Tugas 4 Manajemen Kelas di SD
KOMPONEN KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
A. Pengertian Komponen Keterampilan Manajemen Kelas.
Untuk dapat melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur.
Sementara keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
DAFTAR PUSTAKA
Untuk dapat melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur.
Sementara keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
Menurut (Sartika, 2014) kemampuan dan keterampilan mengelola kelas dalam proses belajar mengajar yang baik sebagai berikut:
Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya
dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat
preventif ) dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan
kondisi belajar yang optimal.
1 1. Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, yaitu:
2 2. Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang berulang-ulang meskipun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai.
Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas
B. Komponen-komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
1 1. Menciptakan situasi yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran.
2. Siswa belajar dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar.
Jadi, dalam proses
pembelajaran, seorang guru harus mampu menciptakan suatu kondisi yang
memungkinkan siswa dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap yang
ramah, memiliki kesiapan demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang
siswa mampu merasakan kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang
sewajarnya, tidak ada tekanan dari guru dan mampu terangsang untuk
belajar dengan baik.
1 1. Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, yaitu:
- Membagi Perhatian, dapat dilakukan dengan cara :
- Visual, guru dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pembelajaran.
- Verbal, guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik sementara ia memimpin aktivitas anak didik
2 2. Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang berulang-ulang meskipun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai.
Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas
a.
Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan
dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal,yaitu : Singkap Tanggap, membagi
perhatian, pemusatan perhatian kelompok.
b.
Keterampilan yang Berhubungan dengan
Pengmbangan Kondisi Belajar yang Optimal,
yaitu : modifikasi tingkah laku, pendekatan pemecahan masalah kelompok,
menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
B. Komponen-komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Komponen-komponen
keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian,
yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar yang optimal (bersifat preventif ) dan keterampilan yang berhubungan
dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
a.
Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan
dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi
guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, yaitu :
1)
Singkap Tanggap, dapat dilakukan dengan cara :
a)
Memandang secara seksama.
b)
Gerak mendekati.
c)
Memberi pernyataan.
d)
Memberi reaksi terhadap gangguan dan kekacauan.
2)
Membagi Perhatian, dapat dilakukan dengan cara
:
a)
Visual, guru dapat mengubah pandangannya dalam
memperhatikan kegiatan pembelajaran.
b)
Verbal, guru dapat memberi komentar,
penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik sementara
ia memimpin aktivitas anak didik.
3)
Pemusatan Perhatian Kelompok, dapat dilakukan
dengan cara :
a)
Memberi tanda, dengan cara menciptakan atau
membuat situasi tentang suatu objek sebelum diperkenalkan kepada siswa.
b)
Pertanggungjawaban.
c)
Pengarahan dan Petunjuk yang jelas.
d)
Penghentian, guru dapat menanggulangi terhadap
anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktif dalam kegiatan
di kelas.
e)
Penguatan.
f)
Kelancaran.
g)
Kecepatan.
b.
Keterampilan yang Berhubungan dengan
Pengmbangan Kondisi Belajar yang
Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan
guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru
dapat mengadakan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang
optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang
berulang-ulang meskipun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang
sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1)
Modifikasi Tingkah Laku.
2)
Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok.
3)
Menemukan daan Memecahkan Tingkah Laku yang
Menimbulkan Masalah.
Moh.
Uzer usman, Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan setidaknya ada dua
komponen keterampilan manajemen kelas yang harus dikuasai oleh guru,
sebagai berikut:
a.Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prevetif).
Keterampilan ini
berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan
mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
keterampilan sebagai berikut:
1) Sikap tanggap
Seorang guru
memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada
siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan
maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan
memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan
oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu
kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang
mereka kerjakan.
2) Membagi perhatian
Kelas diisi oleh
sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang
berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dari guru.
perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu orang atau satu kelompok
tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus
terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam kelas juga
harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi
efektif. Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara:
a. Visual
Guru dapat mengubah
pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pertama sedemikian rupa
sehingga ia dapat melirik kegiatan kedua, tanpa kehilangan perhatian
pada kegiatan pertama. Kontak pandang ini bisa dilakukan terhadap
kelompok anak didik atau anak didik secara individual.
b. Verba
Guru dapat memberi komentar,
penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik
pertama sementara ia memimpin dan terlibat supervisi pada aktivitas anak
didik yang lain.
3) Pemusataan perhatian kelompok
Munculnya kelompok
informal di kelas atau pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam
kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan
mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus
terpusat pada tugas yang harus diselesaikan. Maka guru harus bisa
mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan
memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama dengan
kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.
3.
Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
a.
Hangat dan Antusias
b.
Tantangan
c.
Bervariasi
d.
Keluwesan
e.
Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
f.
Penanaman Disiplin Diri
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Pekanbaru:
Zanafa Publishing
Sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapus