TUGAS 12 menciptakan suasana kelas yang efektif
TUGAS
12
“MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG EFEKTIF ”
A. Pengertian Pembelajaran Yang
Efektif dan Menyenangkan
Dryden
dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana
pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi
pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang
maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat
baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada
dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan
sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara
aktif oleh individu tersebut.
Hakikat
pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja
terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses
pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,
ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran
efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki
yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri.
Salah
satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk
membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang
menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi
siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan
berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk
mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
Pembelajaran
efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki
yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri.
B. Tujuan
menejemen kelas efektif
Manajemen
yang efektif memiliki dua tujuan utama (Santrock, 2014):
1
Membantu siswa menghabiskan lebih banyak
waktu di belajar dan mengarahkan kegiatan yang tidak sesuai tujuan
pembelajaran. Manajemen kelas efektif akan membantu Anda
memaksimalkan waktu pembelajaran Anda pembelajaran dan waktu belajar siswa
Anda.
2
Mencegah siswa mengembangkan masalah
akademik dan emosional siswa. Ruang kelas dikelola dengan baik tidak hanya
mendorong pembelajaran bermakna tetapi juga membantu mencegah masalah akademis
dan emosional yang berkembang (Bloom, 2009; Martinez, 2009).
3
Ruang kelas dikelola dengan baik siswa
tetap sibuk dengan tugas-tugas aktif, tepat dan menantang, kegiatan siswa
membuat termotivasi untuk belajar, dan menetapkan aturan-aturan yang jelas dan
pelajar harus mematuhi peraturan.Di kelas tersebut, siswa lebih kecil
kemungkinannya untuk mengembangkan masalah akademis dan emosional.Sebaliknya,
di ruang kelas dikelola dengan buruk, masalah siswa akademis dan emosional
lebih cenderung menjadi berkembang. Siswa tidak punya motivasi akademis
C. Pembelajaran
Efektif dan Menyenangkan
a. Pembelajaran
yang Efektif
Mulyana
(2004) Efektifitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melakukantugas
dengan sasaran yang dituju.Efektifitas berkaiatan denganterlaksananya semua
tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu,dan adanya partisipasi aktif
dari anggota.Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa
tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati
mengatakan bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan
dua hal yaitu :
1
siswa menunjukkan keaktifan, seperti
tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan tugas ajar
2
terjadi perubahan perilaku yang selaras
dengan tujuan pengajaran yang diharapkan.
Untuk
menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan
pengorganisasian kelas yang memadai.Dalam hal ini akan diuraikan beberapa
suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran:
a. Suasana
Belajar yang Menyenangkan
b. Suasana
Bebas
c. Pemilihan
Media Pengajaran dan Metode yang Sesuai
2) Suasana
yang menyenangkan
a) Buat
suasana ruangan yang berbeda
Posisi
duduk siswa di sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di depan dan kursi siswa
disusun berjajar membentuk persegi. Metode ini dikaji sebagai metode yang tidak
efektif, karena proses belajar terjadi hanya satu arah (guru menyampaikan dan
murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih menyenangkan, cobalah susun ulang
ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang melingkar.Jadi posisi guru
berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru dengan lebih baik.
b) Perbanyak
interaksi dengan memancing ide anak
Full
attention atau perhatian penuh juga bisa didapatkan dari memancing
pendapat, diskusi atau debat argumen antara murid dan guru. Memang tidak semua
anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka.sebagai guru, di sinilah peran
Guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan pacu mereka untuk
berani berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan. Cara ini
dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan orang lain, keberanian untuk
berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat penting
untuk mereka karena akan menjadi bekal saat berinteraksi dengan orang lain,
baik itu dengan teman, guru, orang tua atau masyarakat pada umumnya.
c) Manfaatkan
teknologi
Penggunaan
teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan segar di dalam
kelas. Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah materi
pelajaran text book ke dalam audio visual
d) Berikan
perhatian yang sama pada semua anak
Terkadang
guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang pintar dan aktif di kelas.
Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan untuk mendapatkan
kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas.
Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di kelas, baik itu
paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal, dan sebagainya.
Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akandiperhatikan oleh
guru.Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya untuk menemukan benih-benih
unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak.Percayalah bahwa setiap anak
mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap anak
akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta membuat kelas
menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
D. Menciptakan
Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
a. Kondisi
Belajar yang Efektif
Guru
sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang
dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran
tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru memperhatikan dua
hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu
sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya, dan sebagainya.
Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia,
umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang
lain.
Untuk
dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur,
misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu
konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu
mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam
mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan
langkah-langkah berikut ini:
1.Melibatkan
Siswa secara Aktif
Aktivitas
belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain :
a. Aktivitas
visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b. Aktivitas
lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas
mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan
guru.
d. Aktivitas
gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e. Aktivitas
menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas
kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa,
atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan
keterlibatan siswa :
Tingkatkan
partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai
teknik mengajar.Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan
tujuan pembelajaran.Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk
itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan
pembelajaran.
2. Menarik
Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi
pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam
belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang.
Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang
akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak
mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya
dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan
sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan
Motivasi Siswa
Motif
adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya
untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan
motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan
mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa
sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan
motivasi siswa :
Guru
berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya
Pada
awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada
siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga
siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
Guru
berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Guru
hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan
usahanya sendiri
Guru
selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
Sering-seringlah
memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.
4. Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya
keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap
oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu
adanya pelayanan individu siswa.
Memberikan
pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara
perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam
satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini
memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat
peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar
untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus
mulai dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga
dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam
membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di
dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan, sebagai berikut :
Alat
peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap
materi pelajaran yang diasjikan.
Alat
peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa
serta perbedaan individual dalam kelompok. Alat yang dipilih hendaknya tepat,
memadai dan mudah digunakan.
Daftar pustaka
E. Mulyasa, 2004,Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung : Remaja Rosda Karya
Sangat bermanfaat kaka
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusLuar biasa.... Menambah referensi bacaan....
BalasHapusSuasana kelas memang menjadi faktor utama daya pembelajaran, baik untuk peserta didik ataupun bagi tenaga pendidik sendiri.
BalasHapus.
Tulisan yang bermanfaat, menambah acuan dan referensi. Luar biasa !
Sangat bermanfaat dan mudah dipahami
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat membatu
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapus