TUGAS MANAJEMEN 3
A. ASPEK MANAJEMEN KELAS
Adapun
aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat
kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan
kreatif.
Menurut
Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses
belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
a) Aspek tujuan instruksional
b) Aspek materi pelajaran
c) Aspek metode dan strategi pembelajaran
d) Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
e) Aspek media instruksional
f) Aspek penilaian
g) Aspek penunjang fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1. Sifat-sifat kelas
2. Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3. Memahami situasi kelas
4. Mendiagnosis situasi kelas
5. Bertindak selektif
6. Bertindak kreatif
7. Untuk memperbaiki kondisi kelas.
Selain itu ada beberapa aspek yang harus oleh seorang guru dalam mengelola kelas, yaitu:
1. Pengaturan atau pengkondisian fisik
a) Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Empat kunci penataan ruang bagi pengaturan ruang yang baik, yaitu:
1. Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas dari kemacetan
2. Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru
3. Jaga material pelajaran yang sering digunakan dan perlengkapan siswa mudah diakses
Dibawah ini adalah gaya atau model penataan tempat duduk dalam ruang kelas:
- Penataan kelas gaya auditorium
- Gaya tatap muka ( face to face)
- Gaya off-set
- Gaya seminar
c) Ventilasi dan pengaturan cahaya.
Ventilasi
ini harus menjamin kesehatan peserta didik. Demikian halnya dengan
lampu penerangan, ketika lampu terang siswa belajar tanpa merasa ada
gangguan, sementara kalau lampu gelap belajar menjadi tidak konsentrasi.
Dalam
studi yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika, H. I. Taylor
dan J, Orlansky melaporkan bahwa udara panas menurunkan nilai beberapa
pelajaran intelektual maupun fisik secara drastis.
d) Penataan keindahan dan kebersihan kelas
- Hiasan dinding
- Penempatan lemari: untuk buku didepan dan alat-alat peraga dibelakang
- Pemeliharaan kebersihan: siswa bergiliran membersihkan kelas, guru memeriksa kebersihan dan ketertiban kelas.
2. Pengaturan peserta didik
a) Postur tubuh anak yang tinggi sebaiknya ditempatkan di belakang.
b) Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran sebaiknya ditempatkan di depan.
c) Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung dengan anak didik yang kurang cerdas.
d) Anak didik yang pandai bicara dikelompokkan dengan anak didik pendiam.
e) Anak didik yang gemar membuat keributan dan mengganggu temannya lebih baik dipisah dan tidak terlepas dari pengawasan guru
3. Permasalahan Kelas
Ketidaktercapaian
seorang guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran sejalan dengan kurang
cakapnya pendidik dalam manajemen kelas. Indikator dari keberhasilan
tersebut meliputi prestasi belajar peserta didik rendah,yang tidak
sesuai dengan standar atau batas ukuran yang telah ditentukan. Lebih
lanjut lgi, berhasil atau tidaknya manajemen kelas bergantung pada dua
faktor utama, yaitu: guru dan peserta didik. Permasalahan yang
disebabkan oleh faktor guru diantaranya adalah:
1. Ketidakmampuan dalam memisahkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.
2. Beban pekerjaan administratif yang menyita banyak waktu.
3. Penampilan fisik dan gaya belajar yang kurang menarik.
4. Pengendalian emosi yang kurang.
5. Keterampilan komunikasi yang kurang efektif pada peserta didik.
Sementara itu, permasalahan yang muncul dari faktor peserta didik disebutkan seperti berikut:
1. Persaingan yang tidak sehat antar peserta didik
2. Perbedaan jenis kelamin, suku, ras, dan agama sehingga memunculkan rasa tidak senang dengan peserta didik lain.
3. Reaksi yang muncul didalam kelas akibat suatu peristiwa cenderung negatif seperti perilaku melawan dan mengancam pendidik.
4. Sebagian
teman satu kelas akan memberikan toleransi kesalahan yang disebabkan
oleh temannya seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
5. Kesulitan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kelas yang baru.
Konsekuensinya,
keberagaman permasalahan perilaku peserta didik dapat menimbulkan
dampak negatif dalam manajemen kelas, seperti berikut:
1. Kurangnya kesatupaduan, yang ditandai perbedaan visi misi antarkelompok belajar dan perbedaan jenis kelamin didalam kelas.
2. Tidak
ada standar perilaku dalam belajar secara kelompok, yang ditandai
dengan ketidakteraturan peserta didik dalam proses pembelajaran seperti
mengobrol dengan peserta didik lainnya selama pembelajaran berlangsung.
3. Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, yang ditunjukkan dengan adanya perselisihan antaranggota kelompok.
4. Moral rendah, permusuhan, agresif, yang ditunjukkan dengan kurangnya alat-alat pembelajaran dan sarana prasarana lainnya.
Ada juga yang berpendapat bahwa, masalah manajemen kelas dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu:
a) Masalah individu
Lebih rinci lagi, Doyle memandang masalah manajemen kelas dalam lima kategori, yaitu:
1. Berdimensi banyak (Multidimensiality)
1) Tugas akademik
2) Tugas penunjangnya.
2. Serentak (Simultaneity)
Pekerjaan
yang harus dilakukan dalam waktu yang hampir sama. Misalnya; dalam
diskusi, guru tidak hanya mendengarkan tetapi mengarahkan pikirannya
serta memantau siswa sehingga kegiatan belajar berjalan efektif.
3. Segera (Immediacy)
Masalah
manajemen kelas ini berkaitan dengan interaksi antara guru dengan
peserta didik. Proses interaksi tersebut menimbulkan suatu hubungan
timbal balik yang begitu cepat sehingga menuntut guru untuk segera
bertindak melalui proses berpikir cepat pula.
4. Iklim kelas
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perubahan iklim didalam kelas, yaitu:
1) Peserta
didik yang sedang berkonsentrasi mendengarkan pelajaran tiba-tiba ada
gangguan jatuhnya seekor cicak, orang lewat, atau keributan di luar
kelas, dan lain sebagainya.
2) Peserta
didik yang mendengarkan pelajaran tiba-tiba terjadi musibah atau di
dalam atau luar kelas seperti kebakaran, listrik mati saat pembelajaran
dengan menggunakan media, dan lain-lain.
B. FUNGSI MANAJEMEN KELAS
Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi
manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung
tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya. Adapun fungsi manajemen kelas
yaitu :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian dan pengkoordinasian
c. Pengarahan dan Penggerakan
d. Pengendalian
Ket:
a. Merencanakan atau perencanaaan Secara sederhana merencanakan adalah suatu proses merumuskan tujuan-tujuan, sumber daya, dan teknik/metode yang terpilih.
Merencanakan adalah membuat suatu target-target yang akan
dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi merencanakan adalah
suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan dan
tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/teknik yang
tepat. Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan mengenai arah yang
akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang akan diolah
dan teknik/metode yang dipilih untuk digunakan. Rencana mengarahkan
tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya.
Prosedur itu dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan
teknik/metode.
b. Pengorganisasikan
Setelah mendapat kepastian tentang tujuan, sumber daya dan
teknik/metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, lebih
lanjut manajer melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut
dapat dikerjakan oleh orang ahlinya secara sukses. Mengorganisasikan
adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan,
wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi.
c. Pengarahan
Memimpin institusi pendidikan lebih menekankan pada upaya
mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat melaksanakan tugas
pokok Fungsinya dengan baik. Memimpin menurut Stoner (19966:11) adalah
proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan
pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi. Seorang
pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin Dipercaya dan
diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi
pengarah yang didengar ide dan pemikirannya oleh para anggota
organaisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat keputusan
tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri
tauladan.
d. Pengendalian
Mengendalikan institusi pendidikan adalah membuat institusi berjalan
sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan sampai kepada tujuan
secara efektif dan efisien. Perjalanan menuju tujuan dimonitor, diawasi
dan dinilai supaya tidak melenceng atau keluar jalur. Apabila hal ini
terjadi harus dilakukan upaya mengembalikan pada arah semula. Dari hasil
evaluasi dapat dijadikan informasi.
C. FAKTOR MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya
manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Faktor-faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan
pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional)
yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik,
ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
1. Kondisi fisik
Lingkungan
fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil
pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat
minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan
mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a) Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan
tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak
berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan
lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas
tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.
Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan
yang mempunyai nilai pendidikan.
b) Pengaturan tempat duduk
Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap
muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa.
Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar
mengajar.
c) Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu,
ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah
ada) adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman.
Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
2. Non fisik
Kondisi
sosial emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar
terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas
tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi
:
a) Tipe kepemimpinan
Peranan
guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di
dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis,
laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada
peserta didik.
b) Sikap guru
Sikap
guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya
tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah
laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci,
bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan
hangat sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam
bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadar akan
kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaikikesalahannya.
c) Suara guru
Suara
guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses
belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggal
atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan
mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran
cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi
cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks
cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan
tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Yogyakarta: Penerbit Zanafa Publishing.
Rahman, Maman, (1999), Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
T. Emmer, Edmund. 2011. Manajemen Kelas untuk Guru Kelas. Jakarta: Prenada Media Group.
Sangat bagus materinya kak
BalasHapusSangat bagus materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus