MANAJEMEN PEMBELAJARAN
MANAJEMEN KELAS

Oleh:
NATASYA
MUTASA BIHAT
1620154
Dosen
Pembimbing:
YESSI
RIFMASARI. M.Pd
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019
A.
pengertian
managemen kelas
.
Manajemen
merupakan kemampuan dan ketrampilan khusus yang dimiliki
oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau
melalui orang lain dalam upaya
mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif danefisien.1Sebelum
membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian daripada kelas.
Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada
waktu yang sama menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama. Dan yang
dimaksud dengan kelas, bukan
hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk
mempelajari segala yang disajikan
oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan beragam keunikan yang dimiliki.
Secara
terminologi, manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu: manajemen dan kelas,
yang berarti pengaturan ruang kelas. Sementara itu menurut istilah, Syaiful
Djamarah mendefinisikan manajemen Kelas sebagai suatu upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembetlajaran.
Manajemen dari kata “ Management “. Djamarah mendefinisikan manajemen Kelas sebagai suatu upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembetlajaran.
Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan,
berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan
pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang
terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maksud manajemen kelas adalah
mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa
dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas
berikut ini:
1.
Berdasarkan Konsepsi Lama Dan Modern
Menurut konsepsi lama,
manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas.
Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan
alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas.
2. Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Tertentu
a.
Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban
suasana kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otoriter).
b.
Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban
suasana kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidasi).
c. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan
Permisif).
d. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti
petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masak).
e. Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif
melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik
(Pendekatan Instruksional).
f. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang
diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan
Pengubahan Tingkah Laku).
g. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang
baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim
Sosioemosional).
h. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi
kelas yang efektif (Pendekatan Sistem Sosial).
B.
Tujuan
Manajemen Kelas
secara
umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat
berlangsungnya kegiatan belajar
mengajar. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan dapat berjalan efektif dan terarah sehingga tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Menurut
Suharsimi Arikunto tujuan manajemen kelas adalah
agar setiap anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran
yang efektif dan efisien.4Tujuan
manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen
Dikdasmen adalah sebagai berikut.
1. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar,
yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya
interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukungdan
memungkinkan siswa belajar
sesuai dengan lingkungan
sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina
dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individualnya.
Sementara
itu, Salman Rusydiemengemukakan
tujuandari manajemen kelas sebagai berikut.
1. Memudahkan
kegiatan belajar peserta didik.
2. Mengatasi
hambatan-hambatan yang
menghalangi terwujudnya interaksi
dalam kegiatan belajar mengajar.
3. Mengatur
berbagai penggunaan fasilitas belajar.
4. Membina
dan membimbing peserta didik
sesuai dengan berbagai latar
belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat
individunya.
5. Membantu
peserta didik belajar dan bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
6. Menciptakan
suasana sosial yang baik di
dalam kelas.
7. Membantu
peseta didik agar dapat belajar dengan tertib.
Tujuan
Manajemen Kelas pada
hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan,
baik secara umum maupun khusus. Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas
bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional dan intelektual
dalam kelas. Fasilitas yang
disediakan itu memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan
kepuasan, suasana disiplin, perkembangan
intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para siswa.
Adapun
tujuan dari Manajemen Kelas adalah sebagai berikut :
a. agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan
efisien.
b. Untuk
memberikemudahan dalam usaha
memantau kemajuan siswa dalam
pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/
perkembangan yang dicapai siswa,
terutama siswa yang tergolong lamban.
Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat
masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi
perbaikan pengajaran pada masa
mendatang.27Jadi, Manajemen Kelasdimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam
kelompok kelas yang berupa
lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa
berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan Manajemen Kelas produknya harus sesuai dengan tujuan
yang hendak dicapai. Sedangkan
tujuan Manajemen Kelas secara
khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa
dan guru
C. Proses
Manajemen Kelas
Prosedur ialah cara untuk mengerjakan suatu pekerjaan menurut tingkat-tingkatnya.
Prosedur merupakan suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang
berhubungan satu sama lainnya dan
prosedur-prosedur yang berkaitan memudahkan kegiatan utama dari suatu
organisasi. Majid, (2006) Rancangan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan
yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk
mencapai tujuan tertentu.Prosedur manajemen kelas merupakan serangkaian langkah
kegiatan manajemen kelas yang dilakukan agar tercipta kondisi kelas yang
optimal supaya proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan
efisien.
Prosedur
manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
1. Prosedur
manajemen kelas dimensi pencegahan (preventif)
Prosedur preventif merupakan inisiatif guru dan wali
kelas untuk menciptakan kondisi yang baru dari interaksi biasa menjadi
interaksi edukatif, dengan senantiasa membangkitkan motivasi belajar siswa.
Prosedur manajemen pencegahan ini merupakan langkah-langkah yang harus
direncanakan guru, sehingga tercipta suatu struktur kondisi yang kondusif baik
untuk jangka pendek maupun jangka panjang.dalam mengembangkan ketrampilan
manajemen siswa yang bersifat preventif, guru dapat menggunakan kemampuannya
dengan cara sebagai berikut:
a.
Peningkatan
kesadaran diri sebagai guru
Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan hal
yang paling strategis dan mendasar karena dengan adanya rasa kesadaran diri
sebagai guru akan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang
menjadi modal dasar dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dapat menghilangkan
sikap otoriter dan sikap permisif yang dipandang kurang manusiawi dan kurang
realistik. Implikasinya di kelas, akan tampak pada sikap guru yang demokratis,
sikap yang stabil, kepribadian yang harmonis, berwibawa. Penampakkan sikap ini
akan menumbuhkan respon positif bag siswa siswa.
b. Peningkatan
kesadaran pada siswa.
Kurangnya kesadaran pada siswa akan menumbuhkan sikap
suka marah, mudah tersinggung, yang memungkinkan siswa melakukan
tindakan-tindakan tidak terpuji yang dapat mengganggu kondisi optimal yang
telah terbangun pada proses belajar mengajar.Peningkatan kesadaran pada diri
siswa dapat menanggulangi sikap kemalasan, sikap menyerahkan tanggung jawab,
kurang puas, mudah kecewa, mudah tertekan oleh peraturan sekolah dan
sebagainya. Untuk meningkatkan kesadaran pada diri siswa, seorang pengajar
perlu memberitahukan hak dan kewajiban siswa, memperhatikan kebutuhan,
keinginan dan dorongan siswa, menciptakan suasana saling pengertian, saling
menghormati dan rasa keterbukaan antara guru dan siswa.
c.
Mengenal dan menemukan alternatif manajemen kelas
Seorang guru harus mampu
mengidentifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku siswa yang sifatnya individual
maupun kelompok, termasuk penyimpangan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Guru juga harus mengenal berbagai pendekatan yang paling tepat. Selain itu,
sebagai guru juga perlu belajar dari pengalaman guru-guru lainnya yang gagal
atau berhasil, hal ini dimaksudkan agar guru dapat mencari alternatif yang
bervariasi dan tepat dalam menangani berbagai masalah manajemen kelas.
d.
Menciptakan kontrak sosial
Pada dasarnya kontrak sosial
diciptakan sangat berkaitan dengan standar tingkah laku yang diharapkan seraya
memberi gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya dalam memenuhi
kebutuhan siswa. Untuk mengelola kelas, norma berupa kontrak sosial atau daftar
aturan, tata tertib dengan sanksinya yangmengatur kehidupan di dalam kelas,
perumusannya harus dibicarakan atau disetujui bersama oleh guru dan siswa
D.
Strategi Manajemen Kelas
Pertama-tama
guru harus memahami bahwa siswa dikelas yang datang dari berbagai lapisan.
Mereka memilikimasalah yang berbeda dari mereka sendiri,
beberapa berurusan dengan mereka sementara beberapa tidak bisa.Stres dan
konflik yang menonjol dalam kehidupan siswa juga.
Meskipun
mereka datang ke sekolah untuk belajar,mereka memiliki daftar aktivitas dalam
pikiran merekayang, menurut mereka, jauh lebih menarik daripadaduduk selama 45
menit di kelas. Sangat penting bahwaguru membuat kelas empat puluh lima menit
ini menarik,sehingga para siswa dapat belajar, dan pada saat yangsama
bersenang-senang.
1.
Membuat kelas menarik
Periode empat puluh lima menit, dimana guru
hanya berbicara dan siswa hanya mendengar, ini sama sekalitidak menarik.
Sangat penting bahwa para siswa berpartisipasi dalam proses, sehingga
periode sebuah sesiinteraktif bukannya kuliah membosankan. Strategi-strategi
manajemen kelas Anda juga harus mencakupstrategi pengajaran yang efektif, yang membuat
siswayang terpaku pada topik. Sebagai guru Anda dapatmerencanakan beberapa
kegiatan di dalam kelas, yangakan membuat anak-anak bangun dari tempat
duduk mereka dan berinteraksi dengan guru dan sesama siswa.Jangan lupa
bahwa siswa memiliki banyak energi pent up,yang akan dirilis. Menghindari
mengambil kelas untuk penuh empat puluh lima menit, Anda dapat
memastikan bahwa 10 menit terakhir dari kelas waktu dihabiskandalam
diskusi.
2.
Berbicara dengan para murid
Berbicara
dengan siswa, tidak hanya di kelas atausekolah, tetapi di luar juga. Setiap
kali Anda datang disetiap siswa di kantin atau di toko kelontong
lingkunganAnda, menyambut mereka. Jika setiap siswa telah ungguldalam olahraga
tertentu atau acara, menghargai dia..Memuji upaya tulus dan memberitahu mereka
bagaimanamereka harus pergi dengan itu. Ini akan membuat parasiswa yang merasa
bahwa Anda dekat dengan mereka danAnda memahami mereka, hasil yang akan
terlihat jelas didalam kelas.
3.
Berurusan dengan perilaku yang mengganggu
Siswa
cenderung nakal, dan saat ini perilaku yang nakaldi bagian mereka dapat
mengganggu momentum seluruhkelas. Dalam situasi seperti ini, jika Anda mencoba
untuk berteriak pada mereka di atas dari suara Anda, Anda akandiri
Anda mengganggu mahasiswa
Strategi
PengelolaanKelas Secara bahasa strategi diartiakan sebagai siasat, kiat, trik
atau cara. Sedangkan secara umum definisi dari strategi adalah suatu garis
besar haluandalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sementara
itu definisi Strategi dalam kaitanya dengan pembelajaran merupakan perencanaan
yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Dengan
adanya pengelolan kelas, pembelajaran sebagai suatu proses memilikistrategi
dalam upaya untuk menjadikan pembelajaran yang efektif.
Daftar pustaka
Arikunto dalam
Sulistyorini. Manajemen Pendidikan Islam, (Surabaya:eLKAF,2006)hlm
65
Maman, Rachman. 1998. ManajemenKelas. Jakarta: Depertemen
pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Novan Ardy
Wiyani.Manajemen
Kelas: Teori dan
Aplikasi untuk
Menciptakan
Kelas yangKondusif.
Ar-RuzzMedia,
Yogyakarta,2013,
hal.
Rachman,Maman.1998.Manajemen kelas.Jakarta:Departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
SuharsimiArikunto.
Pengelolaan
Kelas dan Siswa.Rajawali,
Jakarta, 1986,
hal.68
Bagaimana peran manajemen kelas terhadap pembelajaran?
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat kak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏
BalasHapusSangat bermanfaat,dan terbaik👍
BalasHapusSemoga bisa menjadi panutan untuk yg lain👍
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya bagus, terima kasih
BalasHapusSangat bagus materinya kak
BalasHapus