manajemen pembelajaran
TUGAS MANAJEMEN KELAS DI
SD
![]() |
Disusun Oleh :
Natasya Mutasa Bihat
1620154
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
2019
A.
Konsep Manajemen Pembelajaran
Secara
etimologis, kata manajemen (management) berarti, pimpinan, direksi dan
pengurus, yang diambil dari kata kerja “manage” dalam bahasa Perancis berarti
tindakan membimbing atau memimpin. Kata manajemen berasal dari bahasa Latin,
yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti
melakukan.1Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya
menangani. Kata Managere diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dalam bentuk
kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang
yang melakukan kegiatan manajemen.
Proses pembelajaran sangat terkait
dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan
komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya
masing-masing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki
hubungan yang saling terkait.
Masing-masing komponen dalam proses
pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen
tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud, jika guru
sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen pembelajaran.
Sukses dan
tidaknya proses belajar mengajar di satuan pendidikandipengaruhi oleh manajemen
pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah danpara pendidiknya. Manajemen
pembelajaran memiliki peranan penting di setiapsatuanpendidikan karena akan
menentukan kualitas lulusan. Pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan
yang sistematis dan sistemik, yang bersifat interaktif dan komunikatif antara
pendidik (guru) dengan peserta didik, sumber belajar dan lingkungan untuk
menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya tindakan belajar peserta
didik, baik di kelas maupun di luar kelas, dihadiri guru secara fisik atau
tidak, untuk menguasai kompetensi yang telah ditentukan(Arifin,
2009:13).Manajemen pembelajaran merupakan kemampuan guru dalam mendayagunakan
sumber daya yang ada, melaluikegiatan menciptakan dan mengembangkan kerja sama,
sehingga terbentukpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di kelas secara
efektif danefisien(Ambarita, 2006: 72)
Manajemen
pembelajaran dalam arti luasberisi proses kegiatan mengelola bagaimana
membelajarkan pembelajar dengankegiatan yang dimulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan ataupengendalian dan penilaian, sedangkan
manajemen pembelajaran dalam artisempit diartikan sebagai kegiatan yang perlu
dikelola oleh guru selama terjadiproses interaksinya dengan siswa dalam
pelaksanaan pembelajaran.Definisi lain menjelaskan bahwa manajemen pembelajaran
mempunyai pengertian kerjasama untuk
mencapai tujuan proses belajar mengajardan dapat dilihat dengan kerangka
berpikir sistem. Manajemen pembelajaran juga mengandung pengertian proses untuk
mencapai tujuan belajar mengajar yangdimulai dari perencanaan, pengarahan,
pemantauan dan penilaian (Suryosubroto, 2004: 16).
Berdasarkan pengertian di atas dapat
disimpulkan manajemenpembelajaran adalah kegiatan pendidik yang dimulai dari
perencanaan,pelaksanaan dan penilaian /evaluasiguna mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien.
B. Tujuan Manajemen pembelajaran
Tujuan
manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen
manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan secara optimal.
Apabila
dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat
mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan
potensi peserta didikagar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pokok
mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan
metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat
terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna
mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Nanang
Fattah berpendapat bahwa:Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap,
seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi,
pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial.
Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap
situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan
ancaman
Secara rinci tujuan manajemen pendidikan
antara lain:
a. Terwujudnya
suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan (PAIKEM).
b. Terciptanya
peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia,ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan.negara.
c. Tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.d)Terbekalinya tenaga pendidikan
dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
d. Teratasinya
masalah mutu pendidikan.
C.
Kebijakan
tentang Manajemen Pembelajaran
D.
Peran
Guru dalam Manajemen Kelas
Telah dijelaskan
di dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 ayat 1 tentang
guru dan dosen, yang dimaksud guru adalah “pendidik professional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.1Sedangkan menurut Hamzah B.
Uno pendidik atau guru adalah Orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab
dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Orang yang disebut guru
adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu
menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya
dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.
Kegiatan
guru didalam proses pembelajaran meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan
proses belajar mengajar dan evaluasi hasil belajar, maka guru dituntut
mempunyai kemampuan mengatur proses belajar mengajar yang baik untuk menciptakan
situasi yang memungkinkan anak untuk belajar dengan maksimal, dan menjadi titik
awal keberhasilan proses pengajaran. Sesuaidengan pendapat Syaiful Bahri
Djamarah yang menyatakan :
Untuk
menciptakan suasana yang menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi
belajar siswa, mereka memerlukan pengorganisasian proses belajar yang baik.
Proses belajar mengajar merupakan suatu rentetan kegiatan guru menumbuhkan
organisasi proses belajar mengajar yang efektif, yang meliputi tujuan
pengajaran, pengaturan penggunaan waktu luang, pengaturanruang dan alat
perlengkapan pelajaran di kelas, serta pengelompokan siswa dalam belajar.
Dalam
pembelajaran guru mempunyai peranan yang sangat besar, dimana guru harus bisa
membantu siswa untuk mencapai tujuan pengajaran, yang dilaksanakan di dalam
kelas. Maka untuk menciptakan suasana yang menumbuhkan gairah belajar dan
meningkatkan prestasi belajar siswa, guru memerlukan pengorganisasian proses
belajar yang baik di dalam kelas.
Kegiatan
pengelolaan kelas merupakan bahan penting sejak hari pertama di sekolah, dengan
berbagai aturan dan prosedur yang dibuat guru secara konsisten akan membuat
kelas Nampak berbeda. Begitu juga Anita menyatakan “pencapaian prestasi siswa
di akhir tahun ajaran secara langsung berkaitan dengan seberapa jauh menetapkan
manajemen prosedur kelas. Guru yang unggul mempertimbangkan waktu, ruang, dan
bahan ajar secara serempak untuk menjamin kelas dikelola dengan baik”.
Sehingga
dalam kegiatan belajar mengajar guru menggunakan seperangkat strategi dalam menciptakan
dan mempertahankan kelas agar kondisi lingkungan belajar siswa tetap kondusif
dan menyenangkan. Hal ini merupakan suatu cara guru dalam meningkatkan hasil
atau prestasi belajar siswa dan akan memberikan efek langsung terhadap
keberhasilan belajar siswa.
E.KODE
ETIK GURU
1) Guru
berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan
dan berjiwa Pancasila.
2) Guru
memiliki kejujuran profesionaldalam menerapkan kurikulum sesuai dengan
kebutuhan peserta didik masing-masing.
3) Guru berusaha
memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan
dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4) Guru
menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5) Guru
memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat
yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6) Guru
secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7) Guru
menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan
lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8) Guru
secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI
sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9) Guru
melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam
bidang pendidikan.
A. KONSEP DASAR MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian
utama oleh para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah
berpengalaman. Karena calon guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman
berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. Dalam artian
guru mampu menyampaikan bahan pelajaran dan dapat diterima oleh peserta
didik dengan baik.
Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab
manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan
dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar
dengan baik.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan
berproses; guru dengan segala kemampuannya; murid dengan segala latar belakang
dan potensinya; kurikulum dengan segala komponennya; metode dengan segala
pendekatannya; media dengan segala perangkatnya; materi dengan segala sumber
belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Sementara itu, hasil
pembelajaran ditentukan pula segala sesuatu yang terjadi di kelas. Oleh karena
itu, selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik, profesional, dan
berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud terlebih dahulu
diperlukan pemahaman akan hal-hal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas sebelum
sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas
tentang konsep dasar, prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya
meliputi:; pengertian manajemen kelas; tujuan, dan masalah manajemn kelas,
ruang lingkup manajemen kelas. Pemahaman akan konsep dasar manajemen kelas ini
penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui.
B. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen Kelas pada
hakekatnya sudah terkandung pada tujuan pendidikan secara umum. Menurut
Sudirman (2000), tujuan manajemen kelas adalah penyediaan pasilitas bagi
macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa
belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan,
suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta
apresiasi pada siswa.
Suharsimi Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan
manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja
dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan
efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno menguraikan rincian tujuan
Manajemen Kelas, sebagaimana berikut ini.
1.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai
lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta
didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot
belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan
siaoal, emosional dan intelek siswa dalam belajar.
4.
Membina dan
membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial,ekonomi,budaya,serta
sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).
C.
PROSES MANAJEMEN KELAS
Guru merupakan kunci keberhasilan
dalam pengelolaan proses pembelajaran, sementara itu manajemen kelas merupakan
salah satu aspek dari pengelolaan proses pembelajaran yang paling rumit tetapi
menarik perhatian. Rumit, karena manajemen kelas itu memerlukan berbagai
kriteria keterampilan, pengalaman, bahkan kepribadian serta sikap dan nilai
seorang guru. Dua guru yang sama-sama pandai dan berpengalaman tetapi berbeda
dalam kepribadian, sikap dan nilai termasuk cara menyikapi subjek didik akan
lain situasi belajarnya yang dihasilkan oleh kedua orang guru tadi. Disinilah
letaknya seni dalam mengelola proses pembelajaran.
Manajemen kelas, dikatakan
menarik, karena selain memerlukan kemampuan pribadi serta ketekunan
menghadapinya disatu sisi, di sisi lain calon guru, guru, dan guru yang
berpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen kelas agar terselenggara
proses pembelajaran yang efektif demi tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh
karena itu, guru mempunyai peranan yang besar dalam menentukan keberhasilan
manajemen kelas maupun manajemen pembelajaran. Penciptaan sistem lingkungan
yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan
situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai.
Berdasar penjelasan tersebut di
atas, mengisyaratkan bahwa guru harus memiliki kemampuan profesional termasuk
kemampuan memanajemeni kelas. Untuk memiliki kemampuan manajemen kelas guru
antara lain harus memahami prosedur dan rancangan prosedur manajemen kelas.
Manajemen kelas merupakan suatu
tindakan yang menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang berusaha menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang
efektif. Apabila seorang guru melakukan kegiatan manajemen kelas dengan atau
melalui langkah-langkah tertentu, berarti guru tersebut sudah melakukan
kegiatan manajemen kelas berdasar prosedur manajemen kelas. Prosedur manajemen
kelas adalah serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas yang dilakukan bagi
terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut
supaya proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Serangkaian langkah kegiatan
manajemen kelas mengacu kepada: 1) tindakan pencegahan (preventif) dengan
tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan, dan 2) tindakan
korektif yang merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang
dapat menggangu kondisi optimal dari N proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Mengacu kepada buah tindakan
dalam kegiatan manajemen kelas yaitu tindakan pencegahan (preventif) dan
tindakan penyembuhan (kuratif) maka tindakan manajemen kelas juga dapat
menjurus kepada tindakan manajemen dimensi pencegahan dan tindakan manajemen
dimensi kuratif.
Daftar Pustaka
Siti Kusrini, dkk, Keterampilan Dasar
Mengajar (PPL 1), Berorientasi PadaKurikulum Berbasis Kompetensi (Malang: Fakultas
Tarbiyah UIN Malang
Purwadarminta,
Kamus Lengkap Indonesia-Inggris, Hasta, Jakarta, 1974
Wibowo,
T. (2012).

Terimakasih ya kak
BalasHapusSangat brmanfaat kak, terimakasih🙏
BalasHapusSangat membantu kak, terimakasih 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak 👍🏻
BalasHapusTerima kasih ya kk, sanggat bermanfaat
BalasHapusCukup bgus
BalasHapusD tingkatkan lgi agar lbh menarik
sangat membantu sekalii kak
BalasHapusSangat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang tujuan dari manajemen kelas .
BalasHapusDi bagian E nya kakak lupa kasih spasinya dan ada sedikit tulisan yang lain kurang spasi dalam perkata dan ada yang melebihi..
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat bagi pembaca
BalasHapusBagus kaak
BalasHapusBagus dan bermanfaat
BalasHapus